Tips dan Trik Microsoft PowerPoint 2013 yang Harus Anda Ketahui
Microsoft PowerPoin merupakan alat yang sangat diperlukan untuk presenter bisnis dan pembuat slideshow amatir. Pertama, tampilan antamuka sampai TL: DR daftar fitur khusus yang ditemukan dalam PP 2010 oleh menu drop down dan fitur reorganisasi. Plus, versi terbaru melemparkan sejumlah alat untuk membuat deck lebih rapi, media lebih ramah, dan yang paling penting, lebih berkesan. Berikut adalah 5 tips yang perlu Anda ketahui untuk membuat presentasi yang lebih menarik di dalam Microsoft PowerPoint.Menambahkan Audio dan Video pada Slide
Apakah Anda mencoba untuk menampilkan klip dari film atau hanya mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatian audiens Anda, menambahkan video ke PowerPoint dapat membumbui presentasi agar lebih menarik. Untungnya, itu mudah untuk menambahkan audio dan video di Microsoft PowerPoint 2013. Untuk menambahkan video ke dalam Microsoft PowerPoint 2013, Anda bisa mengkuti langkah berikut:
- Klik "Insert" di bagian kiri atas layar.
- Klik "Video" di sisi kanan dari Ribbon.
- Klik “Online Video” dari menu drop-down. Atau, Anda dapat memasukkan film yang disimpan dari media penyimpanan lokal Anda dengan memilih Video on My PC” dari menu drop-down.
- Klik "Browse" di samping akun SkyDrive Anda dalam jendela popup. Atau, Anda dapat meng-upload film dari Facebook dengan mengklik tombol Facebook di bagian kiri bawah dari jendela popup.
- Pilih video yang ingin Anda tambahkan ke presentasi.
- Klik "Insert" di bagian bawah jendela popup.
- Klik "Insert" di bagian kiri atas halaman.
- Klik "Audio" di sebelah kanan Ribbon.
- Klik “Online Audio” dari menu drop-down. Atau, Anda dapat memasukkan film yang disimpan dari media penyimpanan lokal Anda dengan memilih “Audio on My PC” dari menu drop-down.
- Cari untuk audio yang ingin Anda masukkan ke dalam bar pencarian dalam jendela pop up
- Pilih file audio yang ingin Anda masukkan ke dalam presentasi Anda.
- Klik "Insert" di bagian bawah jendela popup.
Animasi yang tersedia dalam Microsoft PowerPoint telah berkembang dengan setiap iterasi dari perangkat lunak, tetapi dengan Microsoft PowerPoint 2013, Anda dapat membuat animasi kustom Anda sendiri.
- Klik "Animasi" di bagian atas layar.
- Klik tombol "More" tombol di Animasi Galeri.
- Klik "Custom Path" dalam panel Motion Paths dari jendela popup.
- Lacak pola animasi yang Anda inginkan.
Dengan edisi terbaru dari PowerPoint, raksasa perangkat lunak telah membuat performa dari aplikasi ini lebih mudah dari sebelumnya untuk menambahkan grafis ke dalam presentasi dan mengeditnya langsung dari dalam slide.
- Klik "Insert" di bagian atas kiri halaman.
- Klik "Chart" di sisi kiri dari Ribbon.
- Pilih jenis grafik yang ingin Anda masukkan dalam presentasi Anda dan klik "OK" di bagian bawah jendela popup.
- modifikasi data yang ingin Anda gunakan pada grafik.
Dengan Microsoft PowerPoint 2013, Microsoft telah membuat penyesuaian kecepatan transisi dengan dua langkah sederhana – yang berarti Anda tidak perlu membuang-buang waktu yang berharga untuk mengotak atik user interface PowerPoint. Ikuti panduan di bawah ini untuk mengubah kecepatan dari transisi slide.
- Klik “Transitions” di bagian atas layar.
- Atur durasi dalam Timing Group di sisi kanan dari Ribbon.
- Atau, tetapkan waktu untuk maju dalam Timing Group di sisi kanan dari Ribbon.
Dengan Microsoft PowerPoint 2013 baru, Anda dapat membuat lebih dari sekedar presentasi stAndar. Dengan fitur Shapes di dalam perangkat lunak ini, Anda bisa mendapatkan ide kreatif dengan merancang logo dan ikon untuk isi hati Anda. Ikuti tips di bawah ini untuk memulainya.
- Klik tab Insert di bagian atas layar Anda dan pilih Shapes.
- Pilih berbagai bentuk geometris yang sudah ada sebelumnya. Anda juga dapat mengubah ukuran bentuk dan warna.
- Sesuaikan bentuk yang sudah ada, dengan menggabungkan keduanya menjadi satu. Pilih kedua bentuk dengan menahan tombol Ctrl dan mengklik. Kemudian, di bawah tab Format, klik Merge Shapes dekat kiri atas. Klik Union untuk membuat dua bentuk menjadi satu.
Cara Menggunakan Data
Validation di Excel
RumusExcel.com - Dalam pembuatan data dengan Microsoft Excel terkadang
kita ingin cell tertentu hanya bisa di isi angka saja misalnya antara
100 s/d 1000 atau mungkin ingin membuat list dengan mudah, untuk semua
itu kita bisa memanfaatkan fungsi dari menu Data Validation pada
Microsoft Excel. Untuk menggunakan Data Validation di Excel caranya
adalah:
Pada Microsoft Excel pilih Tab Data - Data Validation. Maka akan
tampil jendela Data Validation.
Data Validation di Excel
Pada window atau jendela Data Validation terdapat 3 tab:
Settings: Digunakan untuk menentukan pengaturan kriteria Data
Validation.
Input Message: Memberikan pesan ketika cell yang di validasi di
klik atau dipilih.
Error Alert: Pesan peringatan yang akan ditampilkan ketika user
memasukkan data yang tidak sesuai dengan kriteria Data Validation.
Pada tab Settings terdapat Validation Criteria, terdapat beberapa
List Validation Criteria yaitu:
Any Value: Semua value (text maupun number) bisa di masukkan
dalam cell atau sama artinya dengan tidak ada kriteria khusus pada Data
Validationnya.
Whole Number: Hanya Format Number saja yang bisa di masukkan
dalam cell, ada beberapa pilihan data yang bisa di pakai seperti between
(antara), equal (sama dengan), grether than (lebih besar) atau less
then (lebih kecil ) dan lain-lain.
Decimal: Sama seperti pilihan Whole Number hanya bedanya bisa
dimasukkan tanda desimal.
List: bisa digunakan untuk membuat List atau daftar.
Data Validation di Excel
Date: Membuat data validation dengan kriteria Date atau
penanggalan.
Time: Membuat data validation dengan kriteria Time atau waktu.
Text Lenght: Membatasi jumlah panjangnya karakter Text.
Custom: Menentukan sendiri kriteria data validation dengan
memasukkan rumus atau formula.
Contoh penggunaan Data Validation, Pilih atau klik Cell A1 kemudian
pada Data Validation pada pilihan Settings pilih Whole Number - Between
- Min 10 - Max 100. Atur juga Input Message dan Error Alertnya,
kemudian klik OK. Sekarang coba masukkan angka 5 pasti akan muncul
peringatan Error karena pada data validation dibatasi angka minimalnya
adalah 10.
Data Validation di Excel
Sekian pembahasan tentang Cara Menggunakan Data Validation di Excel,
Semoga Bermanfaat..
Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/05/menggunakan-data-validation-di-excel.html
Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/05/menggunakan-data-validation-di-excel.html
Cara Menggunakan Data
Validation di Excel
RumusExcel.com - Dalam pembuatan data dengan Microsoft Excel terkadang
kita ingin cell tertentu hanya bisa di isi angka saja misalnya antara
100 s/d 1000 atau mungkin ingin membuat list dengan mudah, untuk semua
itu kita bisa memanfaatkan fungsi dari menu Data Validation pada
Microsoft Excel. Untuk menggunakan Data Validation di Excel caranya
adalah:
Pada Microsoft Excel pilih Tab Data - Data Validation. Maka akan
tampil jendela Data Validation.
Data Validation di Excel
Pada window atau jendela Data Validation terdapat 3 tab:
Settings: Digunakan untuk menentukan pengaturan kriteria Data
Validation.
Input Message: Memberikan pesan ketika cell yang di validasi di
klik atau dipilih.
Error Alert: Pesan peringatan yang akan ditampilkan ketika user
memasukkan data yang tidak sesuai dengan kriteria Data Validation.
Pada tab Settings terdapat Validation Criteria, terdapat beberapa
List Validation Criteria yaitu:
Any Value: Semua value (text maupun number) bisa di masukkan
dalam cell atau sama artinya dengan tidak ada kriteria khusus pada Data
Validationnya.
Whole Number: Hanya Format Number saja yang bisa di masukkan
dalam cell, ada beberapa pilihan data yang bisa di pakai seperti between
(antara), equal (sama dengan), grether than (lebih besar) atau less
then (lebih kecil ) dan lain-lain.
Decimal: Sama seperti pilihan Whole Number hanya bedanya bisa
dimasukkan tanda desimal.
List: bisa digunakan untuk membuat List atau daftar.
Data Validation di Excel
Date: Membuat data validation dengan kriteria Date atau
penanggalan.
Time: Membuat data validation dengan kriteria Time atau waktu.
Text Lenght: Membatasi jumlah panjangnya karakter Text.
Custom: Menentukan sendiri kriteria data validation dengan
memasukkan rumus atau formula.
Contoh penggunaan Data Validation, Pilih atau klik Cell A1 kemudian
pada Data Validation pada pilihan Settings pilih Whole Number - Between
- Min 10 - Max 100. Atur juga Input Message dan Error Alertnya,
kemudian klik OK. Sekarang coba masukkan angka 5 pasti akan muncul
peringatan Error karena pada data validation dibatasi angka minimalnya
adalah 10.
Data Validation di Excel
Sekian pembahasan tentang Cara Menggunakan Data Validation di Excel,
Semoga Bermanfaat..
Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/05/menggunakan-data-validation-di-excel.html
Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/05/menggunakan-data-validation-di-excel.html
Cara Menggunakan Data
Validation di Excel
RumusExcel.com - Dalam pembuatan data dengan Microsoft Excel terkadang
kita ingin cell tertentu hanya bisa di isi angka saja misalnya antara
100 s/d 1000 atau mungkin ingin membuat list dengan mudah, untuk semua
itu kita bisa memanfaatkan fungsi dari menu Data Validation pada
Microsoft Excel. Untuk menggunakan Data Validation di Excel caranya
adalah:
Pada Microsoft Excel pilih Tab Data - Data Validation. Maka akan
tampil jendela Data Validation.
Data Validation di Excel
Pada window atau jendela Data Validation terdapat 3 tab:
Settings: Digunakan untuk menentukan pengaturan kriteria Data
Validation.
Input Message: Memberikan pesan ketika cell yang di validasi di
klik atau dipilih.
Error Alert: Pesan peringatan yang akan ditampilkan ketika user
memasukkan data yang tidak sesuai dengan kriteria Data Validation.
Pada tab Settings terdapat Validation Criteria, terdapat beberapa
List Validation Criteria yaitu:
Any Value: Semua value (text maupun number) bisa di masukkan
dalam cell atau sama artinya dengan tidak ada kriteria khusus pada Data
Validationnya.
Whole Number: Hanya Format Number saja yang bisa di masukkan
dalam cell, ada beberapa pilihan data yang bisa di pakai seperti between
(antara), equal (sama dengan), grether than (lebih besar) atau less
then (lebih kecil ) dan lain-lain.
Decimal: Sama seperti pilihan Whole Number hanya bedanya bisa
dimasukkan tanda desimal.
List: bisa digunakan untuk membuat List atau daftar.
Data Validation di Excel
Date: Membuat data validation dengan kriteria Date atau
penanggalan.
Time: Membuat data validation dengan kriteria Time atau waktu.
Text Lenght: Membatasi jumlah panjangnya karakter Text.
Custom: Menentukan sendiri kriteria data validation dengan
memasukkan rumus atau formula.
Contoh penggunaan Data Validation, Pilih atau klik Cell A1 kemudian
pada Data Validation pada pilihan Settings pilih Whole Number - Between
- Min 10 - Max 100. Atur juga Input Message dan Error Alertnya,
kemudian klik OK. Sekarang coba masukkan angka 5 pasti akan muncul
peringatan Error karena pada data validation dibatasi angka minimalnya
adalah 10.
Data Validation di Excel
Sekian pembahasan tentang Cara Menggunakan Data Validation di Excel,
Semoga Bermanfaat..
Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/05/menggunakan-data-validation-di-excel.html
Sumber: http://www.rumusexcel.com/2014/05/menggunakan-data-validation-di-excel.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar